Sejarah Perkembangan Kubah Pada Masjid

Kubah merupakan suatu elemen yang terdapat pada atap sebuah bangunan. Biasanya, kubah identik dengan bangunan masjid, karena memang hampir setiap masjid, khususnya di Indonesia memiliki setidaknya sebuah kubah di atasnya. Namun, pada zaman dahulu, kubah yang merupakan arsitektur warisan kebudayaan mesopotamia tersebut digunakan sebagai penanda bahwa bangunan tersebut bangunan yang megah nan mewah. Esensi dari sebuah kubah ini pun tampaknya masih berlaku hingga sekarang bahwa kubah yang megah menandakan sebuah masjid tersebut juga masjid yang megah. Maka dari itu, diperlukan ahli untuk membangun sebuah kubah. Biasanya tanggung jawab pembuatan sebuah kubah untuk masjid diserahkan pada pembuat kubah masjid atau kontraktor. Tentunya kontraktor tersebut haruslah berpengalaman dalam dunia arsitektur kubah dan masjid.

Awal Mula Munculnya Kubah

Dengan berkembangnya teknologi konstruksi dan arsitektur, pada saat ini kubah masjid dibuat dengan rangka baja sebagai struktur inti pembentuk kubah. Sementara itu untuk cangkang kubah saat ini sedang marak penggunaan panel yang diaplikasikan pada kerangka kubah masjid tersebut. Bahan-bahan tersebut digunakan secara luas oleh para pembuat kubah masjid karena bahan tersebut memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh material lainnya. Penggunaan kerangka baja ringan digunakan karena material ini memiliki bobot yang ringan, sehingga tidak membebani bangunan dan pondasi masjid ketika bahan ini dijadikan kerangka kubah. Meskipun ringan, konstruksi baja tersebut bersifat kokoh dan tahan lama sehingga bisa menekan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan kubah masjid.

Sementara itu, untuk konstruksi cangkang kubah yang menggunakan panel, bahan enamel sedang naik daun untuk pembuatan kubah pada masjid. Kubah dilapisi oleh panel enamel yang terbuat dari leburan baja anti karat serta silica dengan kualitas terbaik sehingga menghasilkan panel-panel bermutu tinggi. Penggunaan panel untuk kubah lebih disukai oleh pembuat kubah masjid karena panel tersebut memiliki tekstur dan pilihan warna yang bagus sehingga tidak diperlukan pengecatan pada kubah masjid di tahapan finishing. Selain itu, bahan enamel ini juga memiliki daya tahan tinggi hingga mampu bertahan selama 20 tahun.