Public Speaker Harus Memiliki Kemampuan Storytell

Menjadi pribadi yang pandai mungkin impian setiap orang. Walaupun pintar dan tidaknya seseorang tergantung dari didikan orangtua, namun ada juga faktor keturunan yang mempengaruhi kecerdasan. Termasuk kemampuan dalam public speaking. Anak yang lahir dari orang tua dengan public speaker yang baik, cenderung akan memiliki public speaking Indonesia yang baik pula.

Seperti kata pepatah, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Orang tua akan melahirkan generasi-generasi yang serupa dengan dirinya, bahkan lebih baik lagi. Melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, harusnya anak-anak sekarang lebih kreatif dan lebih pintar dibandingkan orang tuanya.

Fasilitas dan sarana prasarana penunjang pendidikan saat ini sudah sangat mudah berkali-kali lipat dibandingkan dengan zaman dulu. Pola asuh orangtua juga harusnya lebih baik dizaman yang serba modern ini. Seperti yang Anda lihat sekarang ini, banyak sekali anak-anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Rasa percaya diri memang harus ditanamkan pada anak sedari kecil. Percaya diri nantinya sebagai bekal untuk menjadi public speaker yang baik. Dengan begitu, ketika dewasa nanti public speaking Indonesia sudah dikuasai dan dimiliki anak Anda.

Hubungan Storytell Dan Public Speaking

Selain rasa percaya diri, biasakan juga anak untuk bercerita di depan umum. Apa hubungannya dengan public speaking? Perlu Anda ketahui, public speaker juga harus memiliki storytell yang baik. Orang yang menyampaikan pesan dengan cara bercerita akan lebih menarik perhatian publik. Selain itu, gaya penyampaian juga akan berbeda dan lebih enak didengar.

Kemampuan storytell bisa diajarkan kepada anak dari kecil. Anda bisa mencontohkannya dengan membacakan dongeng kepada anak sebelum tidur ataupun mengajaknya bermain peran atau drama. Dengan begitu, anak sudah terbiasa menyampaikan sebuah cerita. Yah, minimal dilingkungan keluarganya terlebih dahulu.

Selain storytell, kemampuan yang harus dimiliki public speaking Indonesia adalah mempunyai skill penyampaian yang baik. Maksudnya adalah bisa menggunakan bahasa tubuh ataupun kontak mata dengan audiens sehingga mengambil perhatian penonton. Untuk itu, biasakan sedari kecil.