Mempelajari Konten Marketing Dengan Tepat Sasaran

Kita harus mengenali audience atau target pemasaran pada konten marketing ini. Jika kita berpikir sekilas, memang cukup aneh berkeinginan untuk melakukan penjualan tetapi kita justru malah membuat konten yang tak dapat menjual. Ada alasan yang mendasari hal itu, coba kita mengingat terakhir kali menggunakan fitur searching pada Google, apa yang kita cari?, biasanya pencarian yang paling sering dilakukan adalah pencarian tentang beberapa informasi untuk kebutuhan pengetahuan kita atau juga suatu panduan pada penyelesaian masalah tertentu, dan ada juga fungsi menggunakan internet untuk melakukan pembelian pada produk tertentu. Tetapi dari pengguna internet yang melakukan pembelian pada barang berjumlah sedikit.

Memahami Prinsip Penting Pada Konten Marketing

Pada zaman sekarang ini informasi sudah tersedia dimana-mana, kita biasanya melakukan pencarian informasi terlebih dahulu lewat koneksi internet baru melakukan pembelian pada suatu produk. Hal tersebut dilakukan agar kita mendapatkan produk yang mutunya terbaik dari pada produk sejenis lainnya. Jadi dapat disimpulkan titik fokus kita adalah untuk dapat membantu pengguna internet untuk menyelesaikan mereka. Kita harus mengetahui dulu prinsip dari suatu konten marketing, kita harus membantu penyelesaian masalah terlebih dahulu baru kita melakukan penjualan.

Dari prinsip tersebut maka pengguna internet akan makin mengenal kita, makin percaya pada kita, dan selanjutnya akan menggunakan pemakaian dari produk kita. Hal tersebut tentunya masuk di akal, maka sekarang kita sediakan konten yang dapat menyelesaikan suatu masalah (tentunya harus berhubungan dengan produk yang kita lakukan penjualan). Agar kita mengetahui masalah, kita harus mengenal mereka terlebih dahulu.

Untuk cara mengenalnya , kita bisa dengan membuat suatu buyer persona. Mungkin masih ada beberapa orang yang asing dengan istilah ini. Buyer persona merupakan representasi bertipe semi fiktif yang dapat menggambarkan customer ideal berdasar pada riset dari pasar dan juga data dari para customer. Simpelnya, jika kita melakukan penjualan produk susu sapi. Maka kita harus mengetahui siapa saja orang yang akan mengonsumsi produk ini? Sekitar berapa umurnya, lalu perilaku kesehariannya seperti apa dan bagaimana masalah mereka? Kumpulkan informasi tersebut dan jadi sebuah karakter yang digunakan untuk konten marketing.