Kriteria Pemimpin yang Baik Menurut Islam

Pemimpin adalah seorang yang menjadi rujukan di antara golongannya. Sebelum kita mengetahui cara menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana menurut Islam kita perlu mengetahui kriteria menjadi pemimpin.

Bagaimana Kriteria menjadi pemimpin yang baik?

Pemimpin ada sejak adanya Rasulullah yang diutus menjadi nabi sekaligus menjadi pemimpin umat Islam. Beliau menjadi rujukan setiap golongannya memiliki permasalahan. Beliau adalah sosok pemimpin yang baik. setelah Rasulullah wafat beliau digantikan oleh para sahabatnya yang diberi nama khulafaur rasyidin.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, kita haruslah memiliki sosok seorang pemimpin yang kita idolakan. Misal saja kita sebagai umat Islam selalu mencontoh perilaku kepemimpinan yang dimiliki oleh nabi Muhammad. Jika kita selalu teringat dengan sosok tersebut kita akan mencontoh perilakunya selama beliau menjadi pemimpin.

Beberapa kriteria pemimpin yang baik menurut Islam yang bisa membuat kita dengan sendirinya memiliki cara menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana menurut Islam. Kriteria menjadi pemimpin yang baik, pertama orang tersebut mampu menyelesaikan suatu permasalahan dalam anggotanya.

Menjadi seorang pemimpin tahu kondisi yang ada dalam sekitarnya sehingga jika anggotanya berada dalam masalah orang tersebut akan mudah dalam menemukan penyelesaiannya. Mampu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam anggotanya menjadi nilai plus yang seharusnya dimiliki oleh pemimpin.

Kedua, ia bertanggung jawab dan rela berkorban. Menjadi seorang pemimpin adalah ujung tombak dari suatu organisasi. Jadi jika ada suatu permasalahan dalam anggotanya ia akan siap menanggung apa pun yang terjadi.

Selain Kriteria di atas adakah Kriteria lain yang menjadi patokan kita menjadi pemimpin yang baik?

Ketiga, mampu menerima pendapat dari beberapa anggota. Menjadi seorang pemimpin tidaklah boleh hanya condong kepada satu golongan saja. Namun ia mampu menerima pendapat dari orang lain yang kemudian dijadikan untuk menjadi titikkan organisasi kita untuk lebih baik ke depannya.

Dan yang terakhir adalah kejujuran dan rasa keterbukaan kepada anggota yang lain. Keterbukaan kita kepada anggota juga membuat kedamaian kita dalam organisasi tersebut. Hal ini akan membuat minimnya ketidakpercayaan anggota kepada kita. mungkin itu cara menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana menurut Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan kita. Sekian.