Ketahui Beberapa Faktor Munculnya Penyakit Gondok

Penyakit gondok memang akan lebih sering menyerang orang yang usianya sudah menginjak usia 40 tahunan. Namun tidak ada salahnya jika Anda melakukan pencegahan sejak dini. Dengan begitu Anda akan terbebas dari yang namanya gondok ketika sudah tua nanti. Bagaimana pencegahannya? Sangatlah mudah. Anda hanya perlu memenuhi berbagai macam zat khusus untuk pencegahan penyakit gondok. Ketika kebutuhan zat anti gondok sudah terpenuhi, maka tubuh pun tidak akan pernah terserang penyakit tersebut. Namun untuk kali ini, kami hanya akan membahas tentang faktor yang menyebabkan penyakit gondok muncul. Dengan mengetahui apa saja faktor penyebabnya, maka sebisa mungkin Anda harus menghindarinya.

Faktor-Faktor Yang Dapat Menimbulkan Penyakit Gondok

Penyakit gondok itu merupakan sebuah kondisi dimana adanya pembengkakan pada kelenjar tiroid. Pembengkakan tersebut akan ditandai dengan benjolan di area leher bagian depan. Letak dari kelenjar tiroid ini ada pada bawah jakun. Sehingga ketika mengalami pembengkakan, pasti akan sangat terlihat. Kelenjar tersebut memiliki sejumlah fungsi bagi tubuh, salah satunya yakni untuk menghasilkan hormon tiroid yang berperan sangat penting dalam proses kimia di dalam tubuh. Ketika dalam keadaan yang normal, mungkin Anda tidak akan sadar terhadap kinerja kelenjar tiroid tersebut. Akan tetapi ketika sudah mengalami pembengkakan, benjolan gondok tersebut akan naik turun ketika Anda menelan makanan atau minuman.

Penyakit gondok sendiri akan terbagi jadi 2, yakni nodul dan juga difusi. Untuk yang jenis nodul, gondok akan terasa tidak rata ketika disentuh. Jadi Anda akan merasakan gumpalan-gumpalan di dalamnya. Kemudian untuk yang jenis difusi akan terasa mulus ketika disentuh. Gondok bisa disebabkan karena sejumlah hal, berikut beberapa diantaranya. Pertama, karena kekurangan yodium. Kedua, karena kebiasaan merokok yang terlalu banyak dalam seharinya. Ketiga, karena adanya kanker tiroid. Keempat, karena adanya peradangan kelenjar tiroid karena bakteri dan juga virus. Kelima, karena adanya perubahan hormon pubertas, menopause dan juga kehamilan. Keenam, karena pengaruh obat yang mengandung litium. Obat-obatan yang mengandung litium itu biasanya terdapat pada obat gangguan bipolar dan depresi.