Kehidupan Sosial Politik Masyarakat Kerajaan Sunda

Negara Indonesia memiliki banyak sekali kerajaan dengan aliran kepercayaan nya masing-masing. Menurut sejarah ada beberapa corak kepercayaan agama yang mencirikan Sebuah kerajaan. Karena ada kerajaan yang bercorak Hindu, Budha, dan Islam. Inilah yang menjadi salah satu keunikan kerajaan yang ada di Indonesia. Pada zaman dahulu beberapa kerajaan melakukan ekspansi wilayah untuk memperluas wilayah kerajaan milik mereka. Sehingga tidak heran apabila dulu banyak sekali perang antara pasukan atau prajurit kerajaan. Namun kerajaan juga menjalani pemerintahannya dengan baik Yakni dengan melakukan kerja sama bersama kerajaan lainnya.

Kehidupan Politik Masyarakat Kerajaan Sunda

Salah satu kerajaan yang cukup banyak dikenal oleh masyarakat adalah kerajaan Sunda. Terdapat banyak catatan sejarah kerajaan Sunda yang menceritakan berbagai hal. Dalam kehidupan kerajaan tentu tidak bisa terlepas dari sektor politik. Zaman dahulu kerajaan Sunda dipimpin oleh raja dan ini terjadi secara silih berganti. Raja yang berkuasa tersebut menjalani pemerintahan di wilayah yang dipimpinnya. Dalam kehidupan politik Kerajaan, Tahta akan diberikan kepada anak keturunan dari raja.

Kehidupan Sosial Masyarakat Kerajaan Sunda

Dalam kehidupan sejarah kerajaan Sunda juga tidak lepas dari sektor sosial. Dijelaskan dalam kitab Sanghyang Siksakandang bahwasanya rakyat di kerajaan Sunda sebagian besar adalah petani atau peladang. Rakyat ini mempunyai karakteristik yang sangat menonjol yakni selalu berladang dengan cara berpindah tempat. Selain itu rasa kebersamaan antar masyarakat juga rumah yang longgar jika dibandingkan dengan rakyat teladan yang bertempat tinggal menetap.

Perlu diketahui bahwasanya Pola atau siklus perpindahan tempat yang dilakukan oleh masyarakat teladan ini cukup unik. Apabila diperkirakan tanah garapan sudah tidak cocok untuk digarap karena tidak memiliki kesuburan lagi, maka masyarakat akan berpindah. Dengan demikian maka tidaklah heran apabila Banyak masyarakat kerajaan Sunda yang lebih memilih untuk membuka hutan guna berladang. Dengan kehidupan sosial yang berpindah-pindah ini membuat pusat kerajaan pun menjadi berpindah pula.

Biasanya masyarakat berbondong-bondong untuk menebangi pohon lalu membiarkan pepohonan itu mengering. Setelah pepohonan itu mengering kemudian mereka menanami berbagai macam jenis tanaman di area tersebut. Dengan pola perpindahan yang demikian maka tidak memunculkan tradisi membangun rumah atau pendopo yang permanen. Tempat pemujaan pun juga berpindah. Oleh sebab itu di daerah sekitar Jawa Barat ini kurang banyak ditemukan candi sebagai bukti sejarah kerajaan Sunda ini.