Bisnis Kuliner Artis Yang Ironis

Bisnis kuliner artis yang saat ini sedang menjadi trending bisa dengan mudah kita temukan di kota-kota besar. Ada banyak artis yang memutuskan untuk membuka bisnis kuliner, mulai dari makanan berat, coffee shop, hingga bakery shop di berbagai kota besar yang tersebar di Indonesia. Bisnis kuliner tersebut kemudian dijadikan sebagai layaknya kuliner khas kota tersebut. kehadiran trend bisnis kuliner para artis ini tentu saja menambah keberagaman dan inovasi pada bisnis di bidang kuliner.

Bisnis Kuliner Yang Dikuasai Para Artis

Banyak di antara para artis yang menjalankan bisnis kuliner, mengambil tema makanan lokal sebagai ciri khas bisnis yang mereka jalankan. Bahkan, dengan metode pemasaran dan promosi yang sangat bagus, bisnis kuliner artis ini seperti mengambil alih ciri khas kuliner kota tersebut. Padahal sebelumnya, setiap kota telah memiliki ciri khas di bidang kuliner tersendiri. Hal tersebut membuat makanan lokal daerah tersebut kalah populer dan mulai dilupakan oleh masyarakat karena kehadiran bisnis kuliner artis yang lebih populer.

Hal Ironis Dibalik Bisnis Kuliner Para Artis

Teknik promosi, packaging, dan ketenaran sang artis sebagai pemilik bisnis kuliner tentu saja lebih dai cukup untuk membuat bisnis mereka mudah dikenal masyarakat. Persiapan dan manajemen bisnis yang mereka lakukan memang jauh lebih tertata jika dibandingkan UMKM yang sering kali masih kekurangan modal.

Meskipun kehadiran bisnis kuliner para artis memberikan warna tersendiri bagi bisnis kuliner di daerah tersebut, namun ada banyak kekhawatiran yang terjadi. Bisnis kuliner yang dijalankan oleh para artis kurang menjunjung kearifan lokal karena tidak menggunakan bahan baku dan produk lokal. Kebanyakan artis menggunakan bahan dan produk lokal pada bisnis mereka, meskipun pada bungkus produk mereka mencantumkan nama kota di mana bisnis mereka berjalan.

Jika memang ingin menjunjung kearifan lokal, sudah seharusnya para artis menggandeng petani lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok yang mereka butuhkan, bukannya malah menggunakan bahan import. Kualitas sumber daya lokal tentu tak kalah dengan bahan import, mengingat Indonesia memiliki tanah yang sangat subur. Jika mencantumkan nama kota pada bisnis, sudah sepantasnya menggunakan sumber daya lokal dalam membuat produk tersebut.