Alasan Penggunaan Kaos Untuk Kampanye Partai

Pemilu dan pilkada serentak sudah di depan mata. Sejak beberapa waktu yang lalu, panitia pemilihan umum KPU sudah resmi merilis nama-nama partai yang akan mengikuti Pemilu 2019. Sejak saat itu pula, banyak partai yang sudah mempersiapkan diri dengan mulai memesan kaos partai yang akan digunakan pada saat masa-masa kampanye. Nah, pernahkah Anda berpikir, mengapa banyak partai politik maupun politisi memilih kaos sebagai media untuk mengampanyekan politisi itu sendiri dan juga partainya?

Inilah Alasan Penggunaan Kaos Sebagai Media Kampanye

Penggunaan kaos di kalangan para pelaku politik memang sudah lazim sejak lama. Ada berbagai alasan yang menjadikan kaos selalu dipakai di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pilkada. Berikut beberapa diantaranya.

  • Kaos dipandang sebagai media kampanye paling efektif. Seperti yang kita ketahui, kaos merupakan pakaian yang sering dipakai seseorang untuk beraktivitas sehari-hari. Hal inilah yang menjadikan kaos begitu gampang digunakan sebagai media kampanye. Dengan demikian, orang akan langsung melihat objek yang dikampanyekan lewat kaos yang biasa dipakai sehari-hari.
  • Harganya yang relatif murah dan dapat diproduksi dalam jumlah besar. Pernahkah Anda menjajal atribut kampanye seperti kaos partai? Tentu Anda dapat merasakan jika bahan yang digunakan pada kaos tersebut begitu tipis, bahkan ada yang sangat licin dan cenderung panas. Namun justru inilah yang sering dicari oleh mereka yang berniat untuk kampanye dengan media kaos. Dengan memakai bahan yang murah, tentu biaya produksi bisa ditekan sehingga modal kampanye pun tidak terlampau besar.
  • Kaos juga akan lebih awet. Dibandingkan kalender, misalnya. Kalender hanya digunakan satu tahun lalu dibuang atau diganti begitu saja. Berbeda dengan kaos-kaos kampanye. Meskipun dengan bahan yang tipis, licin, dan panas, nyatanya banyak kaos partai yang bertahan hingga beberapa tahun. Hal ini secara tidak langsung menjadi kampanye jangka panjang, bukan?

Nah, demikian beberapa alasan mengapa kaos masih saja diminati sebagai bahan kampanye seorang politisi maupun sebuah partai politik dalam pemilu maupun pilkada. Bagaimana dengan Anda?