Alasan Divestasi Freeport Sebelum Izin Kontrak Berakhir

Masalah PT Freeport memang sudah bergulir sangat lama. Mereka sudah cukup lama menambang emas di wilayah Papua dan Indonesia hanya memiliki saham sebesar 9% saja. Dengan langkah divestasi Freeport yang dilakukan, maka Indonesia bisa mengakuisisi 51% saham sehingga pengelolaan pertambangan PT Freeport bisa dilakukan oleh pemerintah. Namun mengapa hal tersebut dilakukan padahal kontrak kerja PT Freeport akan berakhir tahun 2021. Tidakkah menunggu hingga kontrak berakhir itu lebih baik? Semua itu akan kami bahas pada kesempatan kali ini.

Alasan Tidak Menunggu Sampai Kontrak Kerja PT Freeport Berakhir

Kontrak karya PT Freeport memang berakhir pada tahun 2021. Dengan berakhirnya kontrak kerja, maka semua harta PT Freeport bisa dimiliki oleh Indonesia. Namun dalam kepemilikan akibat berakhirnya kontrak tersebut ada 2 hal yang perlu untuk dicermati, yaitu:

  • Pembelian aset

Hal pertama yang perlu diketahui tentang kepemilikan setelah habis kontrak adalah mengenai aturan yang tertera pada perjanjian. Pada kontrak kerja yang ditanda tangani oleh pemerintahan Soeharto pada tahun 1991 mengatakan bahwa setelah kontrak berakhir, maka semua aset akan dijual ke pemerintah Indonesia sesuai dengan nilai pasar.

Hal tersebut membuat Indonesia harus membeli semua aset yang dimiliki oleh PT Freeport untuk bisa memilikinya. Jadi memiliki PT Freeport tetap tidak akan gratis walaupun waktu kontrak telah berakhir. Inilah alasan pertama dilakukannya divestasi Freeport.

  • Aturan izin perpanjangan

Hal kedua adalah mengenai izin perpanjangan. Dalam perjanjian yang disepakati sebelumnya juga mengatakan jika PT Freeport berhak mengajukan penambahan izin waktu penambangan hingga 20 tahun tanpa penundaan dari pemerintah dengan alasan yang tidak wajar. Pemerintah tidak akan bisa menahan izin perpanjangan yang diajukan oleh PT Freeport. Jika ditahan, maka PT Freeport bisa melaporkannya pada pengadilan internasional.

Jika sampai ditangani oleh pengadilan internasional, maka kegiatan PT Freeport akan berhenti dalam waktu yang cukup lama. Hal ini akan berimbas pada perekonomian wilayah Papua. Hilangnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu dampak terparah atas hal tersebut. Inilah alasan kedua dilakukannya divestasi Freeport tanpa menunggu berakhirnya kontrak kerja.